Postingan

Sumbu Kehidupan: Narasi Tiga Babak dalam Tata Ruang Yogyakarta

Gambar
Source: Mojok Yogyakarta lebih dari sekadar kota; ia adalah sebuah naskah agung yang ditulis dalam bentuk tata ruang, jalan, dan bangunan. Di jantungnya terletak sebuah konsep luar biasa yang dikenal sebagai Sumbu Filosofi, sebuah garis lurus imajiner yang membentang dari selatan ke utara, merangkai tiga titik penting: Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, dan Tugu Golong Gilig. Diciptakan oleh sang pendiri, Sri Sultan Hamengku Buwono I, pada abad ke-18, sumbu ini bukanlah sekadar penataan kota, melainkan pengejawantahan dari falsafah Jawa yang mendalam tentang siklus hidup manusia, Sangkan Paraning Dumadi —asal dan tujuan keberadaan. Ini adalah sebuah narasi perjalanan spiritual yang terukir abadi di lanskap kota, sebuah kisah yang dimulai dari rahim penciptaan, melewati ujian kehidupan duniawi, dan berakhir pada penyatuan kembali dengan Sang Pencipta. Babak Pertama: Panggung Krapyak, Gerbang Kelahiran      Awal perjalanan filosofis dalam Sumbu Kehidupan Yogyakarta terle...

Tiga Dunia yang Terbelah: Refleksi atas Luka Batin Pendidikan

Gambar
     Warisan, bagi penulis, bukanlah kata yang selalu bermakna positif. Ia tidak selalu berupa harta atau kebijaksanaan luhur. Terkadang, warisan adalah sebuah luka, sebuah struktur retak yang kita terima begitu saja tanpa menyadari kerapuhannya. Dan ketika penulis menelusuri kembali jejak-jejak pendidikan di era kolonial Hindia Belanda, penulis tidak melihatnya sebagai fondasi yang kokoh, melainkan sebagai arsitektur perpecahan yang sengaja dirancang. Sebuah desain besar yang membelah kita ke dalam tiga dunia yang berbeda, yang bayang-bayangnya, secara menyakitkan, masih terasa hingga hari ini.      Ini bukan sekadar analisis sejarah; ini adalah perenungan tentang asal-usul mengapa kita, sebagai bangsa, sering kali gagap mendefinisikan identitas intelektual kita sendiri. Mengapa perdebatan antara "ilmu umum" dan "ilmu agama" seolah tak pernah usai? Mengapa ada dikotomi kelembagaan yang begitu kaku antara sekolah umum dan madrasah? Jawaban atas kegelisahan ...